Menulis aksara Jawa terlihat rumit pada awalnya, tetapi sebenarnya mengikuti pola yang teratur. Begitu memahami satu prinsip utamanya, Anda bisa menyusun hampir semua kata. Panduan ini membawa Anda langkah demi langkah, dari satu aksara hingga kata yang utuh.
Prinsip dasar: setiap aksara sudah berbunyi “a”
Inilah kunci yang membedakan aksara Jawa dari huruf Latin. Setiap aksara dasar tidak netral, melainkan sudah membawa vokal “a”. Aksara ba langsung dibaca “ba”, bukan sekadar “b”. Karena itu, menulis aksara Jawa bukan menyusun huruf satu per satu, melainkan mengatur suku kata lalu mengubah vokalnya bila perlu.
Langkah menulis aksara Jawa
1. Tulis aksara dasarnya
Mulai dengan aksara dasar yang sesuai bunyi. Kedua puluh aksara dasar ini disebut nglegena atau hanacaraka — kenali semuanya di hanacaraka. Pada tahap ini, setiap aksara masih berbunyi dengan vokal “a”.
2. Ubah vokal dengan sandhangan
Untuk mengubah vokal “a” menjadi i, u, e, atau o, tambahkan tanda kecil yang disebut sandhangan. Misalnya menambahkan sandhangan suku di bawah aksara mengubah “ba” menjadi “bu”. Pelajari semuanya di sandhangan aksara Jawa.
3. Matikan konsonan dengan pasangan atau pangkon
Karena setiap aksara membawa vokal “a”, kita perlu cara untuk mematikannya ketika ada konsonan tanpa vokal. Di tengah kata, gunakan pasangan — lihat pasangan aksara Jawa. Di akhir kata, gunakan tanda pangkon.